Jakarta: Kekeringan dan krisis pangan mengancam seluruh dunia pada 2012. Perubahan iklim telah mengancam keamanan pangan dunia.
Amerika Serikat sebagai produsen jagung dan eksportir produk pertanian terbesar di dunia, saat ini mengalami kekeringan terburuk dalam kurun waktu 50 tahun terakhir sejak 1988. Sebanyak 88 persen ladang jagung dan 77 persen ladang kedelai di AS terkena dampaknya.
Hal tersebut otomatis berpengaruh pada ketersediaan pangan dunia.Amerika Serikat sebagai produsen jagung dan eksportir produk pertanian terbesar di dunia, saat ini mengalami kekeringan terburuk dalam kurun waktu 50 tahun terakhir sejak 1988. Sebanyak 88 persen ladang jagung dan 77 persen ladang kedelai di AS terkena dampaknya.
Saat itu, harga jagung dan kedelai sempat melampaui rekor tertinggi pada 2007 hingga 2008, saat krisis keuangan melanda Amerika. Dampaknya, negara lain seperti Mesir, India, Indonesia, Meksiko dan banyak negara lain mengalami krisis pangan.
Sedangkan saat ini, dua pertiga wilayah AS mengalami kekeringan sedang dan ekstrim. Departemen Pertanian AS (USDA) telah memberikan bantuan pada lebih dari 1500 wilayah di 32 negara bagian. Mereka juga memeringatkan kenaikan harga pangan tahun depan.
Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia, total produksi padi di dunia pada 2012 diprediksi turun hingga hampir delapan ton. Hal tersebut akibat curah hujan di wilayah India yang di bawah normal. Ketakutan gagal panen juga membayangi para petani gandum.
Penurunan produksi juga diprediksi terjadi di Kamboja, Korea Utara, Korea Selatan, Nepal, Taiwan dan sejumlah Provinsi di China. (Wtr4)
metrotvnews.com dan VOI News
Tidak ada komentar:
Posting Komentar